Ciri Khas Rumah Tradisional Indonsia

Arsitektur nusantara merupakan sebuah konsep arsitektur yang sangat kompleks dan sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Tapi tahukah Anda ciri khasnya?

Dari sana lahirlah beberapa rumah tradisional yang tersebar di setiap daerah dengan bentuk yang berbeda-beda.

Bangunan adat seringkali dianggap sebagai bangunan kuno yang sudah tidak mengikuti perkembangan zaman. Sehingga masyarakat modern mulai meninggalkan kaidah-kaidah tersebut dan beralih pada bangunan modern.

Namun tahukah Anda bahwa rumah-rumah tradisional ini memiliki ciri khas yang unik dan sangat adaptif terhadap iklim tropis? Berikut beberapa ciri khas rumah  tradisional Indonesia dilihat dari segi arsitektural dan fungsionalnya.

Tahukah Kamu Bahwa Rumah Tradisional Indonesia Itu Khas

1. Struktur bangunan yang berkarakter

Salah satu ciri khas dari arsitektur nusantara adalah struktur bangunan yang tradisional. Mulai dari pondasi, dinding, hingga atap, semua menggunakan struktur tradisional.

Misalnya, rumah panggung di perkampungan Batak Karo. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tradisional dari kayu.

Bentuk pondasi yang demikian sesuai dengan iklim tropis, yaitu memberikan  ruang yang lapang untuk angin berhembus di bawah lantai. Selain itu, rumah panggung juga bermanfaat untuk mengatasi bencana banjir dan mencegah hewan buas masuk ke rumah.

Pondasi rumah panggung juga sudah disesuaikan dengan Indonesia yang berada di dataran rawan gempa. Sehingga, jika gempa datang, bangunan hanya akan bergoyang, dan tidak sampai retak bahkan runtuh karena goncangan.

2. Ruang atap yang besar

Ciri lain dari rumah tradisional Indonesia adalah ruang atap rumah yang besar. Anda akan melihat banyak rumah nusantara dengan atap yang lebih besar daripada dinding, tinggi, atau memanjang.

Tujuan dari adanya ruang atap yang besar ini adalah untuk mereduksi panas matahari. Dengan demikian, ruangan di bawahnya akan lebih sejuk.

Selain itu, model atap yang besar juga bisa menahan hujan yang turun. Dengan demikian, dinding rumah akan lebih awet. Maka tidak heran jika Anda akan lebih sering menjumpai sosoran atap di rumah nusantara yang lebih panjang dari dindingnya.

Ruang atap yang besar juga terkadang melambangkan kemegahan tradisional. Kadang ada lambang-lambang tertentu yang hadir di sana. Seperti misalnya rumah suku Toraja.

3. Penggunaan material alami

Pengunaan material alami adalah sebuah hal yang sangat menarik. Karena dari sana, masyarakat tradisional selalu memperhatikan kearifan lokalnya.

Beberapa material yang sering digunakan antara lain kayu, bambu, daun rumbia, ijuk, serat tanaman, rotan, dan sebagainya. Semuanya bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan yang kuat dan mudah didapatkan dari lingkungan sekitar.

Material alami juga lebih fleksibel untuk hunian. Selain itu, material alami lebih ramah terhadap lingkungan sehingga bisa mengurangi polusi dan juga energi dari proses pembangunan.

4. Penghawaan dan pencahayaan yang baik

Indikator kenyamanan ruang yang seringkali dibutuhkan adalah penghawaan dan pencahayaan yang baik. Arsitektur nusantara memiliki konsep ini yang menjadikannya rumah yang sangat nyaman.

Penghawaan bisa didapatkan dari jendela yang banyak. Selain itu juga dari celah-celah di dinding, lantai, dan juga atap. Sebagaimana yang diketahui, bahwa rumah tradisional tidak menggunakan dinding masif, namun dinding berongga dari papan kayu atau anyaman bambu.

Sementara itu, pencahayaan juga sangat baik, karena rumah tradisional tidak berdempet satu dengan yang lain. sehingga setiap rumah pasti memiliki jendela yang cukup luas untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam rumah.

5. Penataan ruang yang tepat

Tidak hanya aspek material dan konsep arsitektural, dalam segi penataan ruang atau denah rumah. Rumah tradisional pun memiliki konsep yang khas. Biasanya arsitektur nusantara membedakan antara rumah untuk hunian dan rumah untuk servis.

Anda bisa menemukan cukup banyak rumah adat yang memiliki beberapa bangunan dalam satu keluarga. Bangunan utama biasanya untuk rumah tinggal. Sementara bangunan lain biasanya adalah dapur, lumbung (tempat menyimpan makanan), dan kamar mandi.

Pemisahan ruang utama dari ruang-ruang servis ini tentu sangat baik. Karena fungsi hunian akan tetap bersih, dan tidak terganggu dengan kebisingan dari dapur maupun kamar mandi.

Demikianlah beberapa ciri khas rumah tradisional Indonesia dilihat dari segi arsitekturalnya yang bisa diadaptasikan dengan lingkungan dan iklim tropis.

Semoga bisa dijadikan referensi desain kontemporer yang menarik dan fungsional.

satruk